UI Institusi Pendidikan Terbaik Di Indonesia
Universitas Indonesia (UI) kembali dinobatkan sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi QS World University Rangkings 2013/2014. UI satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam 300 besar universitas terbaik dunia.
Berdasarkan
penilaian yang dikeluarkan QS World University Ranking di periode tahun
ini UI menempati urutan ke 309 dengan skor 39,40. Selain UI, beberapa
perguruan tinggi di Indonesia yang berada dalam pemeringkatan QS World
University Ranking adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) di
peringkat 461-470 , Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat 501-550,
Universitas Airlangga (Unair) di peringkat 701, Institut Pertanian
Bogor (IPB) di peringkat 701, Universitas Diponegoro (Undip) di
peringkat 701, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di peringkat
701 dan Universitas Brawijaya di peringkat 701. Dalam daftar QS World
Rangkings tahun ini 10 peringkat teratas masih dipegang oleh universitas
yang berada di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Peringkat pertama
dipegang oleh Institut Teknologi Massachusetts diikuti oleh Universitas
Harvard.
Ada enam indikator yang menjadi
penilaian dalam pemeringkatan QS kali ini, yaitu reputasi akademik
(academic reputation), reputasi pegawai (employer reputation), rasio
mahasiswa di tiap fakultas (faculty students), jumlah citation per
fakultas (citations per faculty), serta jumlah mahasiswa internasional
(international students) dan pengajar internasional (international
faculty). UI mendapat skor 48.80 untuk reputasi akademik, 67, 40 untuk
reputasi pegawai, 56.30 untuk rasio mahasiswa di tiap fakultas, jumlah
citation per fakultas 1.50, jumlah mahasiswa internasional 4.40, dan
pengajar internasional 24.80
Menanggapi prestasi ini, Junaidi, S.S., M.A
,Kepala Kantor Internasional UI, mengatakan bahwa masih ada yang harus
diperbaiki kedepannya agar UI dapat terus meningkatkan peringkatnya di
lembaga-lembaga pemeringkatan internasional seperti QS, terutama masalah
jumlah dosen dan mahasiswa asing yang masuk ke Indonesia, serta jumlah
publikasi ilmiah akademisi Indonesia di jurnal internasional. Menurutnya
ada tiga hal yang harus dilakukan UI kedepannya, " Pertama, data harus
terpusat. Semua unit kerja dan fakultas memberikan data terkini untuk
di-submit ke bagian database. Yang kedua, buat perencanaan dan
implementasi program terkait indicator QS, umumnya mirip Restra UI. Yang
ketiga, lakukan internasionalisasi secara terprogram dan terencana,
karena jumlah mahasiswa dan dosen asing yang masuk ke kita memang masih
kurang, " ungkapnya.